Mitos Adam dan Hawa

Mitos Adam dan Hawa adalah merupakan sebuah dongeng yang sangat tepat,
sadar atau tidak, menggambarkan hampir seluruh kepercayaan dasar umat
manusia di dunia ini. Tuhan yang menciptakan dunia beserta isinya.
Tuhan yang menciptakan Adam. Tuhan yang menciptakan Hawa dari tulang
rusuk Adam. Tuhan yang menciptakan taman eden untuk didiami oleh Adam
dan Hawa. Pohon yang berisi buah yang terlarang dimakan oleh manusia.
Hawa yang dibujuk oleh ular untuk memakan buah terlarang tersebut.
Hawa yang menggoda Adam untuk memakannya. Adam dan Hawa menyadari
keterlanjangan mereka sehingga mereka mencari daun sebagai cawat
mereka. Adam dan Hawa yang ketakutan ketika Tuhan mencari mereka,
bertanya mengapa mereka bercawat dan bersembunyi. Adam dan Hawa yang
pertama kalinya merasa malu akan keterlanjangannya dan pertama kali
juga TAKUT terhadap Tuhan. Tuhan yang akhirnya mengusir mereka dari
taman eden dan mengamankan taman eden sehingga tidak seorang
manusiapun bisa memasukinya di dunia ini. Tuhan yang murka kepada
setan yang menyamar menjadi ular dan mengadakan perjanjian dengan
ular. Tuhan juga mengadakan perjanjian dengan Adam dan Hawa yang
intinya mereka pasti akan MATI dan harus MENGUSAHAKAN sendiri tanah
bagi kehidupannya. Inilah inti dan nilai yang cukup lengkap tercakup
dan diceritakan melalui mitos Adam dan Hawa yang juga lebih banyak
tanpa sadar telah merasuki sistem nilai kita dalam menjalani kehidupan
ini. Tidak percaya? Mari sama-sama kita lihat!

1. Tuhan yang menciptakan dunia beserta isinya.
Kita semua harus mengakui inilah yang dipercaya oleh sebagian besar
umat manusia bahwa Tuhanlah yang menciptakan dunia beserta isinya.
Pernyataan ini juga mensiratkan ke-eksis-an Tuhan. Tuhan ada karena
Tuhan yang menciptakan segalanya. Walaupun dalam perkembangan budaya
manusia modern, tidak semua orang percaya akan keberadaan Tuhan, namun
baik disadari maupun tidak, hampir seluruh tingkah laku kita
berdasarkan tanda tanya akan ke-eksis-an kita sendiri. Siapakah yang
menciptakan kita? Apakah ada Tuhan yang menciptakan diri kita? Kalau
begitu siapakah yang menciptakan Tuhan? Jika tidak ada Tuhan, balik
lagi, siapakah yang menciptakan diri kita? Pertanyaan2 ini bisa
terjawab bisa pula tidak. Tergantung seberapa jauh kita ingin mengejar
kebenarannya, atau seberapa jauh kita menjadi pesimis dan hanya ingin
menjalani hidup begitu saja. Jawaban2 yang didapat memang berupa
jawaban2 pribadi, keyakinan2 pribadi yang terwujud dalam dunia modern
berupa agama2 dan keyakinan2. Bahkan ilmu pengetahuanpun merupakan
usaha kita untuk mengerti secara tidak langsung, APAKAH ITU TUHAN,
melalui ciptaan2Nya bagi yang percaya akan Tuhan, maupun APAKAH ITU
KEHIDUPAN DAN AKU, bagi yang tidak percaya adanya Tuhan. Dan dalam
praktek kehidupan sehari-hari, nilai2 perilaku kita semuanya
berdasarkan pada pertanyaan2 seperti ini, baik yang pesimis hanya
menjalankan hidup, maupun yang mencari arti hidup sesungguhnya.
INTINYA ADALAH MENCARI SIAPA DIRI KITA SEBENARNYA.

2. Tuhan menciptakan Adam, Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk
Adam. Adam dan Hawa tinggal di taman Eden.
Nah untuk hal ini manusia percaya penciptaan dirinya adalah istimewa
dan spesial. Terlihat dari penciptaan Adam tidak disatukan dengan
penciptaan dunia beserta isinya. Jika kita melihat ke bible,
penciptaan dunia memang bertahap, namun paling AKHIR adalah penciptaan
manusia. Ini memperlihatkan bahwa manusia percaya dirinya LEBIH
berharga dibandingkan dengan dunia beserta isinya. Di bible juga
mengatakan segala yang bergerak maupun yang tidak bergerak di dunia
ini ada dalam kekuasaan manusia. Manusia percaya mereka adalah makhluk
yang tertinggi di dunia ini, yang paling spesial di mata Tuhan.
Aplikasi nyatanya dalam kehidupan sehari2 terlihat seringkali nilai2
ini diartikan sebagai penguasaan semena-mena akan alam tanpa melihat
kesalingtergantungan antara ekosistem, spesies-sistem dan manusia itu
sendiri yang saling mempengaruhi dalam rantai makanan dan dalam
evolusi kehidupan. Dimana-mana terdapat perusakan alam karena manusia
mempercayai alam adalah dalam kekuasaannya dan bisa dimanipulasi tanpa
perlu bahkan terpikirkan untuk meminta ijin dulu dengan alam atau bumi
itu sendiri. (Maksudnya meminta ijin adalah, memelihara ibu bumi ini
sehingga tidak merusaknya hanya untuk kepentingan manusia yang sesaat)
. Kemudian dalam mitos tersebut tertulis, Hawa diciptakan dari rusuk
Adam, yang merupakan kepercayaan umum manusia, bahwa perempuan
diciptakan sebagai partner yang membantu Adam yang lebih rendah
dibandingkan dengan pria. Karena jelas2 tidak tertulis dalam mitos,
Hawa diciptakan langsung oleh Tuhan. Namun diciptakan Tuhan MELALUI
tulang rusuk Adam! Memang di dunia modern sudah mulai banyak kesadaran
akan kesetaraan gender. Namun pengaruh dari nilai2 pemikiran seperti
ini sudah terlanjur sangat meluas diseluruh dunia sehingga
perempuanpun sampai saat ini masih belum begitu percaya diri akan
kesetaraan gender itu sendiri. Masih banyak pemikiran2 seperti manusia
dipisahkan menurut kodratnya, yang masih dalam perdebatan apakah
perempuan yang memperjuangkan kesetaraan gender berarti nilai2 yang
dipilihnya dianggap banyak menyalahi kodrat (menjadi feminis) atau
sebenarnya tidak perlu berjuang karena kesetaraan gender itu absurd
disebabkan kodrat perempuan yang tidak bisa dihindari, seperti
melahirkan misalnya. Kita masih mencari nilai2 yang cocok dan terlihat
jelas dalam kehidupan sehari-hari dimana penerapannya masih terlihat
sangat canggung bagi perempuan itu sendiri dan juga bagi laki-laki.
Tertulis juga di mitos, tentang taman eden yang dipercaya dan
dipersepsikan oleh manusia modern sebagai surga dari Tuhan untuk Adam
dan Hawa dan untuk manusia PADA MULANYA. Dan hal ini menandakan
manusia percaya akan adanya surga atau dengan kata lain akan adanya
kehidupan yang jauh lebih baik daripada dunia yang ditempati sekarang.
Dan pada mulanya surga itu memang untuk kita semua, namun sekarang
manusia percaya, kehidupannya di dunia ini ditakdirkan untuk berjuang
dan berjuang meraih kebahagiaan dan meraih taman edennya masing2. Jadi
manusia sekarang percaya, BUKAN di dunia ini taman eden terletak,
melainkan di dunia NANTI taman eden berada, melalui USAHA.

3. Pohon yang berisi buah terlarang.
Inilah sesuatu hal yang membedakan manusia dengan ciptaanya. Inilah
dimana manusia percaya Tuhan tetap lebih tinggi daripada manusia. Atau
bagi yang tidak percaya dengan Tuhan, ada sesuatu yang lebih tinggi
daripada manusia. Pohon tersebut juga melambangkan kepercayaan manusia
akan sesuatu larangan, pantangan yang berasal dari Tuhan atau dari
alam. Manusia percaya mereka tidak bisa seenaknya bertingkah laku di
dunia ini, bahkan di taman edenpun masih ada peraturan. Manusia
percaya semua ini ada yang mengaturnya, terlihat bahwa surgapun tidak
bisa bebas sepenuhnya. Manusia percaya bahwa dia adalah mahkluk yang
masih terbatas, karena masih ada larangan yang membatasi kebebasan
mereka untuk mereka taati. Pohon inilah sumber dari segala kepercayaan
tentang hukum dan moral. Tentang tanggung jawab dan keterbatasan
manusia. Dan tentang peraturan2 Tuhan sendiri atau peraturan2 alam
semesta.

4. Hawa yang dibujuk oleh ular untuk memakan buah terlarang.
Di bagian tulisan mitos inilah, manusia belajar menganut nilai tentang
mencari kambing hitam. Dan kambing hitam pertama ternyata bukan
kambing, melainkan ular. Dimana manusia mengakui di dalam dirinya ada
KECENDERUNGAN untuk melanggar peraturan yang ada. KECENDERUNGAN untuk
berbuat salah. Dan kecenderungan2 ini berusaha ditutup-tutupi dengan
mencari-cari alasan bahwa ularlah yang mempunyai ide jahat tersebut
dan telah membujuk manusia. Dan belum lagi, manusianya adalah HAWA. Di
cerita bagian inilah terletak seluruh fundamental sistem psikologi dan
nilai yang dianut oleh manusia dalam menghadapi kesalahan dan
kecenderungan pelanggaran. Nilai2 dalam menyalahkan segala sesuatu
yang lain selain dirinya sendiri. Nilai2 dimana manusia itu percaya
bahwa Hawa bisa dibujuk karena KELEMAHAN manusia, bukan karena
KEINGINAN manusia itu sendiri memakan buah terlarang. Kenapa disebut
kelemahan, karena konsep kelemahan itu sendiri adalah titik lemah
dimana kalau TIDAK diserang maka akan tetap baik2 saja dan tidak
terjadi apa2. Jadi dalam sistem nilainya, manusia selalu percaya bahwa
dirinya sebenarnya TIDAK INGIN berbuat pelanggaran, namun APA DAYA
titik lemahnya diserang membuat manusia MENJADI tidak sadar dalam
melakukan pelanggaran. Terlihat yang menyerang titik lemahnya adalah
ular. Dan ularlah yang disalahkan sebagai yang MEMPUNYAI keinginan
melanggar peraturan Tuhan. Belum lagi…. kepercayaan dimana dianggap
Hawalah yang paling mempunyai kelemahan manusia sehingga ular MEMILIH
HAWA dalam menyerang titik lemah manusia. Di kehidupan modern ini
masih banyak yang menganut nilai2 seperti ini, tidak bertanggungjawab
terhadap kehidupannya sendiri dengan menyalahkan Tuhan atau menyalah-
nyalahkan setan ATAU menyalah-nyalahkan keadaan luar APAPUN ITU. Dan
nilai2 seperti ini sudah SEDEMIKIAN MERASUK DI SEGALA TINGKAT
KESADARAN KITA. Dan dengan adanya konflik agama, semakin membuktikan
kita LEBIH SUKA konflik yaitu menyalahkan orang lain daripada
MENGUSAHAKAN MEMECAHKAN PROBLEM KEHIDUPAN SECARA DAMAI TANPA MENYALAH-
NYALAHKAN SIAPAPUN. MENGAKUI bahwa memang KEINGINAN kitalah untuk
TIDAK MAU BERDAMAI DI MUKA BUMI INI. Lebih suka melihat sebagai
kelemahan manusia belaka dan akhirnya melihat orang lain sebagai YANG
LEMAH, YANG TELAH DIPERDAYA OLEH KEJAHATAN ATAU IBLIS, SEHINGGA MAKIN
MUDAH KITA MENYALAHKAN ORANG LAIN DAN MELEMPAR TANGGUNG JAWAB. Lagi2..
. belum lagi melihat HAWA sebagai TERUTAMA YANG LEMAH, namun untungnya
menganggap Hawa seperti ini sudah mulai pudar di dunia modern ini.
Walaupun secara PEMIKIRAN KOLEKTIF BAWAH SADAR, masih samar2 menganut
nilai2 seperti ini, yang tanpa kita sadari dalam perilaku kita
merendahkan kaum Hawa secara subtil (seperti menganggap perempuan itu
sebagai yang menggoda iman dengan masih banyaknya para petinggi agama
pria yang tidak kawin untuk menyucikan diri, prasangka bahwa perempuan
bisa mengacaukan konsentrasi dalam membangun kerajaan bisnis, dll2).
Namun masih sangat2 terlihat, menyalahkan kaum Hawa akibat dari
kesalahan manusia masih sangat2 mudah dilakukan di dunia ini terutama
di lembaga perkawinan yang terdapat banyak ketidakadilan bagi kaum
Hawa.

5. Hawa yang menggoda Adam untuk memakan buah terlarang.
Sudah sangat sering terlihat di kehidupan sehari-hari terutama di
lembaga perkawinan, perempuanlah yang paling sering disalahkan atas
kegagalan atau kesalahan suaminya. Namun seiring dengan pendidikan
yang semakin baik, hal2 ini sudah semakin berkurang. Tapi tetap saja
di bawah sadar kita sudah TERPATRI, yang dapat MENGGODA MANUSIA adalah
kaum HAWA. Terbukti dari banyaknya iklan komersil yang memakai kaum
HAWA untuk menggoda manusia membeli produk2nya. Terbukti dari
banyaknya kaum Hawa yang dieksploitasi hanya DISENGAJA UNTUK MENJADI
PENGGODA BAIK BAGI LAKI-LAKI MAUPUN BAGI PEREMPUAN JUGA. Hanya ada
sedikit pemikiran, laki-laki juga bisa dipakai sebagai penggoda,
terbukti dari statistik penggunaan model iklan yang kebanyakan
perempuan. Belum lagi hampir semua barang2 konsumtif dikhususkan bagi
perempuan (barang2 yang DIANGGAP begitu DUNIAWI seperti kosmetik, tas,
baju, perhiasan, dll). Dan bila kita hubungkan kepercayaan umum
agama2, bahwa barang2 duniawi harus dibatasi dan bisa menjadi
penghalang dalam mencapai surga, maka makin terlihatlah kaum Hawa
sebagai penggoda manusia dalam menawarkan buah terlarangnya (hal2 yang
duniawi). Inilah kepercayaan manusia yang secara umum menggerakkan
ekonomi dan juga menggerakkan konflik dan perang. Perang demi apa? Yah
pada umumnya perang demi KENIKMATAN DUNIAWI yang mudah sekali
diasosiasikan dengan segala DUNIA KAUM HAWA, atau perang demi
KENIKMATAN SURGAWI, yang sedikit bertolak belakang dengan kenikmatan
duniawi. Yang artinya lagi2 kaum Hawa yang akan kena getahnya, dijauhi
atau manusia jaga jarak dengan segala hal yang berbau dunia dan wanita
(berbau hal2 duniawi). Yah, beginilah kita menggerakkan roda dunia
kemanusiaan kita ini.

6. Adam dan Hawa menyadari keterlanjangan mereka.
Artinya dalam mitos ini jelas. Manusia percaya mereka mengetahui baik
dan buruk, benar dan salah. Dan menyadari (tepatnya MEMPERCAYAI)
mereka lebih banyak cenderung berbuat kesalahan dibandingkan kebaikan.
Atau lebih tepat lagi, manusia percaya mereka tidak berharga lagi di
mata penciptaNya. Atau di mata alam semesta bagi yang tidak percaya
akan Tuhan (misalnya dihadapan bencana alam seperti tsunami, badai,
kekeringan, dll). Manusia akhirnya percaya mereka tidaklah sesuperior
yang mereka kira awalnya. Sering kali ini terjadi setelah manusia
merasakan penderitaan akibat perbuatannya sendiri melanggar hukum
Tuhan, atau hukum alam. Jadi timbul suatu kepercayaan di antara
manusia, bahwa mereka ternyata hanya setitik debu dihadapan Tuhan atau
dihadapan alam semesta. Di dunia modern ini banyak sekali contoh2nya.
Dimana kepercayaan nilai seperti ini (manusia hanya setitik debu)
merasuk tidak hanya ketika kita mengalami penderitaan, namun juga
ketika kita menjalani kehidupan secara keseluruhan. Secara umum, umat
manusia di dunia modern ini mengakui dan mempercayai diri mereka
adalah penuh dosa seperti yang diajarkan agama2 mereka, atau putus
asa, takut, menyerah pada takdir, menjalani takdir, dsb. Sehingga dari
nilai2 seperti ini lahirlah konsep peribadatan, persembahan,
pemberkatan, perayaan untuk panen, doa bersama, dll. Yang parahnya
adalah akibat dari cara pandang seperti ini, manusia JUGA memandang
orang lain SAMA BERDOSANYA, SAMA KOTORNYA, SAMA BERSALAHNYA, SAMA
KEKURANGANNYA…… BAHKAN LEBIH!!! Dari kepercayaan bahwa manusia itu
rendah seperti setitik debu, tentu melahirkan kepercayaan bahwa
manusia bisa mencari berkat dari doa2 dan peribadatan/persembahannya.
Sehingga manusia BISA merasa TIDAK BEGITU hina lagi atau tidak berdaya
dalam mengahadapi alam semesta maupun dihadapan Tuhan. Namun hal ini
mendorong manusia berpikir dunia yang kotor seperti ini akibat dari
perbuatan orang lain juga, APALAGI yang belum pernah diberkati atau
melakukan ritual ibadat tertentu untuk mengurangi kekotorannya.
Terlihat suatu nilai berkait dengan nilai yang lain. Dan nilai SALING
MENYALAHKAN DAN MELEMPARKAN TANGGUNG JAWAB masih terus dipercayai dan
digunakan dalam menghakimi orang lain sebagai YANG KOTOR, YANG JAHAT,
YANG BERDOSA, YANG MENGGODA, YANG DISISIPI IBLIS, YANG DIJAUHI TUHAN..
.dll2. Dan lagi2 ujung2nya adalah konflik dan perang. Dan lagi2
kesemuanya ini sudah begitu merasuk kedalam pikiran bawah sadar kita
(tanpa disadari), dan kita gunakan nilai2 seperti itu dalam masa
damai sekarang ini pun sebagai patokan dalam mengarungi kehidupan
sosial kita (tidak heran begitu banyak konflik terjadi dan begitu
banyak masalah yang tidak selesai2).

7.Adam dan Hawa memakai cawat dan TAKUT dengan Tuhan.
Jelas, memakai cawat berarti menutupi kemaluannya masing2. Atau
MENGIRA demikian. Manusia percaya melalui mitos ini dengan cawat
mereka dapat MENGANDAIKAN kekurangannya dapat ditutupi. Atau dengan
kata lain dengan agama, moral, peraturan2, perbuatan2 baik, manusia
bisa mengalihkan diri dari pikiran2 buruk tentang dirinya, tentang
kejahatan2 yang telah dilakukannya, tentang dosa2nya, tentang
kerusakan2 yang telah dilakukannya pada alam semesta ini. Tapi manusia
juga mengetahui dalam hati kecilnya, hal itu hanyalah merupakan
PENGALIHAN BELAKA. Jika tetap mempertahankan sikap keras kepalanya,
dengan tetap tidak mau bertanggung jawab secara PENUH TANPA
MENYALAHKAN APAPUN, perbaikan apapun hanya sementara sifatnya. Secara
intuitif manusia tahu, hasil perbuatan buruknya akan mengejar-ngejar
dirinya dalam bentuk hati nurani, karma, atau sebab-akibat yang
sederhana. Ataupun dalam bentuk perasaan bersalah. Penderitaan, lari
dari tanggung jawab, konflik karena saling menyalahkan menghantui
manusia dalam menjalani hidupnya, membuat hidupnya menjadi menyedihkan
dan jadi penuh perjuangan. Dan dalam perjuangan tersebutlah rasa takut
tumbuh subur dalam hati manusia. Baik yang langsung berupa rasa takut
terhadap Tuhan, baik rasa takut terhadap masa depan, baik rasa takut
akan masa lalu, baik rasa takut terhadap keselamatan diri. Banyak
sekali rasa takut yang dapat terwujud. Kesemuanya bisa dikelompokkan
menjadi satu macam, yaitu rasa takut terhadap kehidupan. Di sinilah di
dalam kehidupan modern semua sumber dari penderitaan dan kejahatan.
Penderitaan disebabkan oleh rasa takut, dan kejahatan disebabkan oleh
REAKSI dari rasa takut tersebut. Dan dalam mitos tersebut, reaksi dari
Adam dan Hawa adalah mencari daun untuk menutupi keterlanjangan
mereka, yang mereka sudah tahu Tuhan tidak akan bisa dibohongi bahwa
mereka sudah memakan buah terlarang tersebut hanya dengan memakai
cawat. Begitu juga KEJAHATAN hanyalah upaya putus asa dari orang2 yang
MERASA DAN SUDAH TAHU / MEMPERCAYAI KESELAMATANNYA SUDAH TIDAK DIJAMIN
LAGI MAKA DIPAKAILAH SEGALA CARA UNTUK MENUTUP-NUTUPI DAN MENYANGKALI
KENYATAAN YANG SUDAH ADA. Dengan cara pandang seperti ini, terlihat
kejahatan bukanlah HAL YANG BERUPA KEJAHATAN INTRINSTIK (dari sananya
jahat). Tapi hanyalah REAKSI dari rasa takut akan sebab-akibat
kehidupan. Tuhan digambarkan di mitos tersebut tidak langsung
menindak, melainkan seperti bermain petak-umpet bersama Adam dan Hawa
dengan bertanya `dimanakah engkau?’ Ini hanyalah salah satu
penggambaran suasana hati manusia ketika melakukan kesalahan atau
kejahatan, perasaan dikejar-kejar dan perasaan diinterogasi oleh
sesuatu yang `lebih berwenang’ seperti Tuhan, atau suara hati, atau
intuisi. Ini adalah sistem psikologis yang wajar, dimana kita
melakukan suatu hal yang kita sangkal sendiri, yang kita anggap salah
namun masih terus diperbuat, (yang melawan kemauan atau nilai2
internal kita sendiri terutama tentang kebaikan dan kebenaran) namun
kita belum menyadarinya karena perilaku kita berupa reaksi setengah
sadar. Dan ini adalah PENDERITAAN SESUNGGUHNYA.

8. Tuhan mengusir Adam dan Hawa, membuat perjanjian dengan ular untuk
membuat perhitungan, membuat perjanjian dengan manusia (Adam dan Hawa
beserta seluruh keturunanya) bahwa mereka (manusia) bisa mati dan
bahwa mereka harus mengusahakan sendiri kehidupan dari tanah yang
terusir.
Jelas, manusia percaya dalam hidupnya saat ini, dunia ini bukanlah
surga. Manusia percaya dalam meraih kebahagiaan, mereka harus
BERUSAHA. TANPA BERUSAHA maka mudah sekali MENDAPATKAN PENDERITAAN,
karena manusia percaya hidupnya adalah didedikasikan untuk perjuangan.
Manusia percaya mereka hanya numpang lewat untuk belajar dan berjuang,
kemudian mati meninggalkan kehidupan yang fana ini. Manusia percaya
mereka HARUS MENAKLUKAN ALAM supaya bisa tetap selamat. Bahkan kalau
perlu MENAKLUKAN MANUSIA LAIN agar keselamatan dirinya dapat terjamin!
!! Kenapa seperti ini? Sebabnya sederhana saja, manusia percaya
melalui mitos tersebut, Tuhan atau alam telah mengadakan perjanjian
(permusuhan, pemutusan hubungan) dengan manusia melalui penderitaan
dari pengusiran taman eden (penderitaan hidup dan kematian) dan
manusia tidak berharga di mata Tuhan atau di mata alam. Jadi untuk
meningkatkan kesempatan untuk diselamatkan (mengusahakan kehidupan di
tanah terusir), mereka harus berjuang! Baik berusaha mengadakan
perjanjian ulang dengan Tuhan melalui agama2, mengejar berkat Tuhan
atau kebenaran hidup, mencari kenikmatan atau menjauhi penderitaan,
dll. Dan manusia percaya, dengan perjuangan2 yang mereka lakukan,
masih ada kesempatan cuma TERBATAS, hanya untuk orang2 terpilih, hanya
untuk orang2 yang sudah suci, hanya untuk orang2 yang PERCAYA, hanya
untuk orang2 YANG SUKSES, hanya untuk orang2 YANG TERPILIH, dll yang
pasti BUKAN UNTUK SEMUA ORANG KESEMPATAN DAN KESELAMATAN ITU DATANG!
(Diceritakan di mitos itu, taman eden tersembunyi bagi manusia dan
dijaga ketat oleh malaikat2 Tuhan, yang boleh masuk hanya yang
DIIJINKAN oleh Tuhan saja). Terakhir, manusia percaya Tuhan telah dan
selalu MEMUSUHI ular atau setan. Di sinilah manusia percaya penyebab
dari semua penderitaan yang manusia alami berasal bukan dari dirinya
sendiri melainkan berasal dari godaan luar. Dan godaan luar itu
direpresentasikan (dikhayalkan atau diciptakan oleh manusia) sebagai
setan, iblis, ular, roh jahat, dsb. Manusia percaya Tuhan membuat
perhitungan dengan iblis2 ini, yang akan Tuhan musnahkan dan dapat
menyelamatkan manusia dari penderitaan abadi dan dapat kembali lagi ke
taman eden (surga). Akibat dari nilai2 seperti ini, selain manusia
mudah sekali mencari kambing hitam akibat dari penderitaannya sendiri,
manusia seperti mendapatkan justifikasi (yakin Tuhanpun juga berlaku
demikian) untuk menghakimi si kambing hitam untuk dimusnahkan atau
dimusuhi. Ini juga yang menjadi salah satu SUMBER KONFLIK DAN PERANG
DI DUNIA INI.

Inilah yang sebagian besar manusia percayai dalam menanggapi
perjuangan dan penderitaan hidup. Pemikiran seperti ini datang
semuanya berdasarkan dari akar2 pemikiran sebelumnya dan hampir semua
tercakup dalam mitos tersebut. Ini semua mudah terlihat dalam cerita
lanjutan di bible, di kitab2 suci lain, di cerita2 rakyat, di cerita2
dongeng, atau di kisah manapun yang menggambarkan apa yang dipercayai
manusia sekarang ini. Memang di kehidupan modern, tidak semua orang
sekarang percaya begitu saja dengan agama 2 pada saat ini. Namun
masalahnya terdapat nilai2 yang sudah begitu mengakar dan mendarah
daging sehingga MASUK kedalam alam bawah sadar kita masing2. Seperti
salah satu contoh nilai ini, KEBAHAGIAAN HARUS DIUSAHAKAN! Nah coba
lihat nilai seperti ini. Coba kita balik, PENDERITAAN HARUS KITA
USAHAKAN KARENA PENDERITAAN TIDAK DATANG SECARA OTOMATIS!, kita semua
tidak akan percaya kan dengan pernyataan diatas? Kita lebih percaya
bahkan mungkin bukan percaya lagi melainkan mengaggap sudah seharusnya
`kebahagiaan harus diusahakan’. Namun di sini bukan maksud saya untuk
merubah nilai2 yang seperti dicontohkan tersebut, melainkan mencoba
memberikan pandangan ada nilai2 yang sudah seperti tertanam mati di
dalam hati kita masing2.

Padahal bisa kita lihat…. nilai hanyalah nilai, seperti mitos
hanyalah mitos. Yang terpenting adalah apakah nilai dan mitos2
tersebut masih sesuai dengan TUJUAN kemanusiaan kita? Seharusnya
ketika kita dihadapkan pada konflik yang tidak berujung (simpel,
kelaparan yang tidak pernah hilang di bumi ini), kita bisa mulai
BERANI bertanya, apakah nilai2 yang kupercayai yang mendukung
kemanusiaan seperti sekarang (berjuta-juta manusia mati kelaparan
SETIAP HARI), masih valid? Atau perlu mencari pandangan nilai yang
baru?

Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s