Asuransi jiwa/kesehatan manfaatnya terasa sekarang bukan nanti

Terutama orang muda, banyak dari kita yang menganggap kemungkinannya sangat
kecil mereka meninggal dunia atau terkena penyakit kritis yang bisa menimbulkan
kesulitan finansial. Argumen mereka biasanya mengatakan lebih baik
ditabung/diinvestasikan dulu. Nanti kalau sudah cukup besar hasilnya toh bisa
digunakan sebagai pos kesehatan atau warisan.

Namun kita sebaiknya memahami bahwa asuransi jiwa tidak bisa diperbandingkan
dengan hasil investasi yang bisa saja sama-sama bertujuan sebagai anggaran
kesehatan/warisan. Tabungan/investasi selalu berorientasi pada masa depan.
Manfaatnya terasa nanti setelah sekian tahun. Sedangkan produk asuransi jiwa
beserta ridernya sesungguhnya manfaatnya bisa terasa pada saat itu juga.
Manfaatnya sudah mulai bisa dinikmati persis setelah nasabah membayarkan premi
pertamanya.

Lho kok demikian? Bukankah manfaat asuransi jiwa baru terasa kalau kita sudah
klaim meninggal atau klaim penyakit kritis jika ada rider penyakit kritis?
Benarkah?

Tidak juga. Kita mungkin tidak menyadari, tidak seperti asuransi kerugian yang
mengganti kehilangan materi dengan materi yang sama, asuransi jiwa tidaklah
mengganti jiwa atau kesehatan dengan jiwa yang baru ataupun kesembuhan dari
penyakit. Tentu bukan itu, melainkan yang diproteksi oleh asuransi jiwa adalah
KEAMANAN FINANSIAL.

Sama seperti kalau kita membeli gembok rumah atau memperkerjakan satpam untuk
menjaga harta kita manfaat keamanan itu langsung terasa, begitu pula dengan
asuransi jiwa, manfaat keamanan finansial langsung terasa saat itu juga.

Sekecil apapun kemungkinan rumah kita didatangi pencuri atau perampok, mengapa
banyak dari kita merasa tidak cukup dengan sekedar kunci pintu/garasi? Mengapa
banyak dari kita membeli gembok tambahan. Bahkan memperkerjakan satpam? Belum
lagi tentang kebutuhan akan sistem alarm mobil.

Begitu pula dengan asuransi jiwa dan kesehatan. Mengapa banyak dari kita selalu
berpikir hanya dari investasi/tabungan bisa menutupi resiko keamanan finansial
kita dari peristiwa sakit kritis atau meninggal? Tidakkah kita berpikir bahwa
selalu ada kemungkinan (amit-amit) terkena penyakit kritis misal 3 bulan dari
sekarang dan menghancur-leburkan segala rencana menabung/investasi kita yang
tentu seketika akan kita ambil seberapapun besarnya demi kesembuhan diri kita?

Ketika kita lagi sehat seringkali kita melupakan kondisi mental kita saat kita
lagi sakit. Silahkan ingat kembali, ketika kita selagi sakit, bukankah kita
SANGAT menginginkan kesembuhan? Itu mungkin baru sakit yang sepele semisal sakit
kepala, kecapean atau demam ringan. Coba kita bayangkan kalau mulai sakit
semisal kena TBC, demam berdarah, operasi usus buntu dan yang sejenisnya, mulai
repot khan, mengambil tanpa pikir panjang lagi 5 sampai 20 juta rupiah yang
penting sembuh. Apalagi terkena penyakit kritis? Bisa-bisa sekolah anak
dikorbankan, atau sampai pinjam sana pinjam sini.

Skema, sistem atau apapun model investasi, pekerjaan bahkan bisnis manapun akan
hancur bila si pencari nafkah sampai terkena penyakit kritis. Bila meninggal,
akan kehilangan pencari nafkah utama dan akan menambah kesulitan yang besar
untuk menutupi biaya hidup.

Mirip dengan rumah yang kemalingan atau kerampokan, ludes seluruh hartanya hanya
karena tidak mau beli gembok tambahan atau tidak memperkerjakan satpam
poskamling, yang biayanya tidak seberapa dibandingkan dengan harta yang ludes.

Jadi sebaiknya perhatian utama kita bukanlah pada apakah kita butuh asuransi
atau tidak, melainkan harusnya ke harga/biaya yang dikenakan, jenis/besar rider
yang dipilih dan pelayanan klaim/polisnya. Ini yang harusnya kita perhatikan
supaya mendapatkan perusahaan dan produk asuransi jiwa yang sesuai dengan
kebutuhan kita.

Jangan lagi ragu kita butuh asuransi jiwa atau tidak. Please deh, hari gini
rumah tidak digembok?

Mari berasuransi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s