Kita semua adalah satu tubuh

Sudah berapa kali kita mendengar pernyataan seperti ini ketika
mendalami spiritualitas. Pernyataan yang terdengar sangat esoterik,
mengawang-awang, tapi dapat dirasakan secara intuitif pada masing-
masing diri kita. Segala gerak-gerik kita selalu baik disadari
maupun tidak menuju pada penyatuan. Gejala penyatuan ini bisa
dilihat pada ungkapan ‘kita adalah mahkluk sosial’. Terlihat pula
pada konstruksi-konstruksi sosial seperti lembaga pernikahan,
masyarakat, nation, bahkan PBB adalah usaha penyatuan tertinggi
manusia secara formal.

Namun karena masih banyaknya benturan kepentingan yang terjadi,
pengotak-kotakan yang memencilkan manusia satu sama lain, perebutan
kepentingan dan sumber daya melalui perang, saya menyimpulkan
manusia modern belum benar-benar menyadari dan meresapi apa artinya
menjadi satu. Manusia modern belum benar-benar merasakan kesatuan
dalam arti sebenarnya. Tidak hanya berupa konsep yang mempunyai arti
muluk-muluk melainkan menyadari bahwa kesatuan adalah sebuah
fenomena alami yang bisa diselami secara fisik.

Maksud saya, tubuh anda dan tubuh saya adalah satu tidak hanya dalam
konsep ajah, namun benar-benar secara FISIK kita adalah satu adanya.
SECARA HARAFIAH tubuh anda adalah tubuh saya, begitu juga
sebaliknya. Jika saja semua orang menyadari hal ini maka konflik
akan jauh-jauh berkurang, karena siapa sih yang mau menyakiti
tubuhnya sendiri (jika konflik dengan orang lain disadari sebagai
konflik dengan tubuh sendiri)? Tapi saya tidak menyarankan supaya
anda setuju dengan konsep saya yang akan saya paparkan mengenai hal
ini. Cukuplah disadari ini adalah hasil perenungan saya pribadi
bahwa saya merasa seperti itu. Jika anda masih penasaran, silahkan
membaca paragraf berikutnya.

Pernahkah bertanya, apakah bisa sebuah sistem intelegensi buatan
(contohnya robot, dalam tingkatan yang lebih rendah mungkin komputer
PC kita sendiri), bisa menyadari dirinya sendiri? Apakah semut bisa
mempunyai kesadaran tentang dirinya sendiri? Begitu juga anjing,
kucing, segala hewan lain, juga tumbuh-tumbuhan? Darimana datangnya
kesadaran tentang diri kita sendiri? Apakah dari jiwa, roh, atau
spirit? Atau dari Tuhan? Dari alam? Dari reinkarnansi? Dari dna?
Apakah kesadaran kita nyata atau hanya murni kinerja otak belaka?

Ketika anda menyadari diri anda, anda juga menyadari diri anda
terpisah dengan diri orang lain. Kemudian Anda menyadari tubuh anda
sendiri, begitu pula orang-orang lain memiliki tubuhnya masing-
masing. Hanya saja pertanyaan awalnya tidak juga terjawab. Apakah
anda itu? Seperti apa kesadaran anda? Mengapa anda tidak dapat
menemukan secara fisik jiwa anda sendiri? Ketika kita membedah tubuh
kita untuk mengetahui dimanakah jiwa berada ternyata tubuh kita
hanyalah rongga kosong dan tidak ditemukan jiwa apapun di dalamnya
selain organ fisik.

Untuk membantu mengerti dimana letak jiwa kita, bayangkanlah sebuah
sistem PC yang dilengkapi dengan webcam. Webcam itu berguna supaya
sang PC dapat menerima input berupa gelombang cahaya dari dunia
nyata kita. Dari sini kita mulai pertanyaan filosofis kita, apa yang
SEBENARNYA dilihat dari sudut pandang KESADARAN PC tersebut? Jelas,
yang kita lihat dari webcam melalui monitor PC adalah gambar nyata
yang sama yang kita lihat melalui mata kita. Namun, apa yang dilihat
oleh sang PC? Cara sang PC menerima dan memroses input dari webcam
ini akan seluruhnya bergantung dari software yang dipasangkan ke
dalam harddisknya. Jadi, apa yang dilihat dari sudut pandang
kesadaran si PC akan berupa data hasil dari batasan-batasan program
softwarenya. Artinya, bila mata kita melihat sebuah kursi sebagai
kursi an sich, maka komputer PC melihat kursi sebagai angka
11010101010 misalnya. Dan apapun itu (11010101010) akan membentuk
gambaran ‘kursi’ versi dia di benak KESADARAN komputer PC. Yang
dapat kita pastikan pastilah berbeda bentuk kursi yang kita lihat
dengan ‘kursi’ yang dilihat oleh komputer PC. Apakah sang PC sanggup
melihat dirinya sendiri (jika webcamnya diarahkan untuk bisa melihat
dirinya)? Semua itu tergantung program softwarenya, akan
diterjemahkan seperti apa gambar sekumpulan perangkat keras PC di
benak (memori, prosesor) komputer PC. Jika softwarenya menerjemahkan
dirinya sebagai manusia misalnya, maka PC akan mengira dirinya
berbentuk manusia. Atau sebuah meja, tikus, jepit rambut, apapun,
maka PC akan mengira dirinya demikian. Data hasil olahan software
inilah yang digunakan oleh PC sebagai acuan dirinya dalam
berinteraksi dengan lingkungannya. Akan tidak mungkin bagi sang PC
untuk berinteraksi (atau berkehendak jika berupa sistem intelegensi
buatan) di luar garis yang telah diprogramkan oleh softwarenya.

Mari kita kembangkan analogi ini lebih lanjut. Apakah yang
menghidupkan sang PC? Tentu tenaga listriklah yang menghidupkan
komputer PC. Muatan-muatan listrik yang berasal dari jaringan sumber
listrik AC PLN yang dihisap oleh power supply DC pada komputer PC
melalui stop kontak. Dan kemudian oleh power supply komputer PC
muatan listrik dialirkan ke seluruh peripheral elektronik komputer
PC tersebut. Nah, muatan-muatan listrik yang sedang berjalan di
dalam bus-bus antarmuka peripheral inilah yang akan dimanipulasi
pergerakannya oleh software komputer. Arti dari memanipulasi
pergerakan muatan listrik oleh software adalah, mengatur agar
pergerakan muatan listrik itu MEMBENTUK suatu sifat atau gejala
pergerakan (melalui transistor-transistor logic) yang berpola dan
tertentu sesuai dengan perintah dari software tersebut. Nah
keteraturan pola inilah yang membuat kita bisa berinteraksi dengan
komputer PC seperti misalnya kemampuan monitor PC untuk bisa
menampilkan huruf A pada layar monitor dengan konsisten (artinya
tumbukan elektron pada filamen layar monitor secara konsisten
membentuk pola tertentu yang kita baca sebagai huruf A). Begitu pula
dengan gelombang cahaya yang masuk melalui webcam. Partikel cahaya
akan diserap oleh filamen webcam, kemudian diteruskan menuju IC TTL,
yang adalah sirkuit/jalur yang terintegrasi yang berisi transistor-
transistor yang dapat diprogram dalam mengatur pergerakan muatan
listrik. Nah, arah atau pola pergerakan muatan listrik ini akan
dipolakan menurut software yang berlaku saat itu dan akan membentuk
suatu gejala tertentu agar bisa berinteraksi sesuai dengan
permintaan user/pengguna.

Pertanyaannya masih sama. Apa yang disadari oleh komputer PC?
Sepertinya yang disadari oleh komputer PC adalah pola yang membentuk
sifat atau gejala pergerakan muatan listrik YANG TERJADI DI DALAM
DIRINYA dan mungkin ada yang akan disimpan dalam memorinya. Setiap
apapun yang akan dilakukan oleh si komputer PC itu (jika dia
diberikan suatu derajat kebebasan tertentu seperti dalam software
yang mengandung sistem AI — artificial Intellegent), maka panduan
atau acuan dia adalah pola yang sudah terbentuk dalam dirinya yang
dihasilkan oleh software tersebut. Jika tidak, maka tidak ada acuan
sama-sekali sang PC harus melakukan apa dan batasan-batasannya apa
persis seperti komputer PC yang tidak memiliki software sistem
operasi Windows, yang hanya akan menjadi kumpulan besi yang tidak
berguna. Pola-pola pergerakan muatan listrik yang telah terbentuk di
dalam dirinya bahkan banyak yang akan disimpan di dalam memorinya
(misalnya disimpan dalam sebuah harddisk), supaya lain kali mungkin
agar software itu bisa bertahan dalam komputer PC dan bisa
dijalankan kapan saja dengan lebih cepat dan otomatis.

Kesimpulannya, komputer PC tidak akan bisa melihat kursi seperti
yang kita lihat sesuai dengan kesadaran kita. Komputer PC hanya bisa
melihat kursi dengan memakai kesadarannya sendiri (software-nya).
Dan sebenarnya yang dilihat oleh PC bukanlah realita luar yang
berbentuk kursi itu! Bukan! Tapi yang dilihat (disadari) oleh PC
hanyalah pola pergerakan muatan listrik yang dibentuk oleh
softwarenya yang semuanya terjadi DI DALAM komputer PC itu sendiri.
Jadi secara harafiahnya, komputer PC melihat KE DALAM dirinya pola
pergerakan muatan listrik apa yang telah terbentuk melalui software
berkenaan dengan interaksinya dalam melihat sebuah kursi, kemudian
MENYADARI KEBERADAAN KURSI MELALUI MEMBACA POLA TERTENTU (YANG
TERBENTUK DARI ‘MELIHAT’ KURSI MELALUI WEBCAM) DARI PERGERAKAN
MUATAN LISTRIKNYA.

Kesimpulan kedua, muatan listrik itu sebenarnya hanyalah mengikuti
tuannya saja. Sebelum masuk ke dalam sistem komputer PC, muatan
tersebut berada dalam jaringan listrik PLN dimana tuannya adalah
software (atau hardware juga) pengatur sistem jaringan PLN tersebut.
Sesudah masuk ke dalam sistem komputer PC, maka tuannya adalah
software komputer PC tersebut.

Kesimpulan ketiga, realita sejati bagi komputer PC adalah, pertama,
muatan listrik, kedua, gelombang cahaya yang diserap oleh webcam.
Baik muatan listrik maupun gelombang cahaya dua-duanya adalah sama-
sama pergerakan (energi) hanya berbeda bentuk. Yang satu pergerakan
muatan listrik, yang satu lagi adalah pergerakan foton-foton cahaya.
Dan kalau diuraikan sampai se-elementer mungkin, maka muatan listrik
dengan foton adalah sama dan sebangun sifat-sifatnya yang sama-sama
terkurung dalam kuantum energi.

Jadi, menurut saya, yang dinamakan sebagai kesadaran komputer PC
adalah pola-pola pergerakan muatan listrik yang bertahan keberadaan
polanya disebabkan oleh software yang mengaturnya. Dengan pola yang
bertahan ini, komputer PC dapat mengenali dirinya (menyadari
dirinya). Jika komputer PC tidak dapat mengenali pola apapun yang
terbentuk dan tertahan dari pergerakan muatan listrik DI DALAM
dirinya, maka komputer PC akan sulit mengenal dirinya dikarenakan
tidak ada batasan definisi dirinya yang dibentuk dari pola-pola
tersebut.

Anda akan dengan mudah berpindah dari analogi sistem komputer PC
tersebut dengan sistem tubuh kita sendiri. Dari bacaan-bacaan
spiritualitas dan pengetahuan umum, dengan mudah kita mengetahui
bahwa program software kita adalah hukum sebab-akibat atau hukum
dualitas atau dimensi ruang-waktu. Yang menjadi realita sejatinya
adalah segala sesuatu yang DI LUAR SISTEM TUBUH KITA. Saya
mengatakan sistem tubuh, bukan tubuh itu sendiri. Akan saya buktikan
bahwa sistem tubuh kita BUKANLAH tubuh kita sendiri. Artinya, sistem
tubuh kita sebenarnya lebih luas dibandingkan tubuh fisik kita
sendiri. Jadi menyebut realita sejati adalah berada di luar tubuh
fisik kita bukanlah pengertian yang lengkap. Yang benar adalah
realita sejati berada di luar SISTEM TUBUH kita, TIDAK BERADA DI
LUAR TUBUH FISIK KITA. Tolong berusaha mengerti membedakan antara
tubuh fisik dengan sistem tubuh. Tubuh fisik adalah tubuh yang
dicerap atau dilihat atau dipersepsikan oleh indera-indera tubuh
kita. Sistem tubuh adalah segala sesuatu yang menjadi batas antara
realita yang pergerakannya bersifat non dualitas dengan realita yang
telah berada di dalam TUBUH kita yang telah berupa pergerakan
dualitas. Analoginya dengan komputer PC adalah, sistem tubuh berupa
peripheral fisik (seperti monitor, keyboard, casing, peralatan
apapun yang kita masukkan ke dalam katagori sistem komputer PC
tersebut). Sedangkan tubuh fisik adalah tubuh fisik YANG
DIDEFINISKAN DI DALAM KESADARAN SANG PC alias DIDEFINISKAN OLEH
SOFTWARENYA SENDIRI.

Jadi, tubuh fisik yang dapat kita sentuh, lihat, baui dengan indera-
indera kita adalah tubuh fisik yang DIDEFINISIKAN OLEH KESADARAN
KITA SENDIRI alias oleh software DUALITAS KITA. Perlu disadari bahwa
indera-indera kita adalah pola pergerakan energi bikinan software
dualitas kita sendiri.

Untuk memahami hal tersebut mari kita amati cara kerja tubuh kita
sendiri. Apa yang menyebabkan kita hidup? Maka seperti komputer PC
yang hidup karena power listrik yang diterimanya dari jaringan
listrik PLN, maka tubuh kitapun sama, bisa hidup karena menerima
energi dari luar. Energi apakah itu? Yah bermacam-macam bentuknya.
Sama seperti komputer PC dalam contoh di atas menerima dua macam
jenis energi, energi muatan listrik dan energi foton cahaya. Tubuh
kita menerima lebih banyak jenis energi daripada contoh komputer PC
tersebut.

Misalnya, ketika anda bernafas. Energi apakah yang anda terima?
Tentu saja energi (pergerakan) molekul-molekul udara yang kebanyakan
ketika bernafas hanya menyerap unsur oksigennya dan menyaring unsur-
unsur lain yang tidak dibutuhkan atau membahayakan tubuh. Sebelum
kita bernafas, pergerakan molekul-molekul udara tersebut diatur oleh
hukum lain yang ada kemungkinan bukan hukum dualitas. Sama seperti
muatan listrik yang berada di jaringan listrik PLN, patuh pada hukum
software atau hardware PLN, belum patuh pada hukum software komputer
PC karena memang muatan listrik itu sedang DI LUAR jangkauan
komputer PC. Setelah molekul-molekul udara itu masuk ke dalam hidung
kita (artinya masuk ke dalam sistem tubuh kita), maka molekul udara
itu berganti tuan, dari hukum alam di luar sistem tubuh menjadi
mematuhi hukum di dalam sistem tubuh yang telah dipastikan berupa
hukum dualitas.

Itu baru satu contoh. Belum lagi penglihatan. Foton-foton cahaya
sebelum masuk ke sistem tubuh kita (artinya belum menumbuk kornea
mata kita) maka foton-foton cahaya tersebut belumlah mematuhi hukum
dualitas ala sistem tubuh kita. Bagi kesadaran diri kita, ketika
kita melihat kursi misalnya, bila foton cahaya dari kursi belum
menumbuk kornea mata kita, maka kita BELUMLAH MELIHAT kursi itu.
Kursi itu masih berbentuk bentukan lain (sup kuantum para ilmuwan
mengistilahkannya). Camkanlah hal penting ini. Ketika foton cahaya
tersebut menumbuk kornea mata kita, maka sistem tubuh kita
MEMOLAKAN /MEMBENTUK PERGERAKAN FOTON CAHAYA TERSEBUT MENJADI POLA
GERAKAN YANG DIDEFINISIKAN SEBAGAI ‘KURSI’ DI DALAM SISTEM TUBUH
KITA. Mirip seperti komputer PC yang memolakan gerakan muatan
listriknya (yang berasal dari webcamnya) menjadi 11010101010 DI
DALAM DIRINYA dan mendefinisikan sebagai kursi menurut kesadarannya!
Yang berarti kursi yang dilihat oleh sang PC dalam kesadarannya
hanyalah berupa 11010101010 yang dibaca di dalam dirinya. Sama
persis seperti sistem tubuh kita yang telah mengubah pergerakan
foton-foton cahaya yang telah menumbuk kornea mata kita menjadi
pergerakan foton yang berpola SESUAI dengan software dualitas kita
(anggap saja membentuk pola yang sama seperti 11010101010) dan kita
definisikan (atau kita labelkan) sebagai kursi. Bagaimana kita bisa
membedakan itu kursi atau meja? Ya mirip dengan cara membedakannya
dalam kesadaran si PC. Bagi kita sang pengamat PC, sistem komputer
PC mempunyai sensor yang sensitifitasnya menghasilkan reaksi yang
berbeda-beda dalam menerima realitas sejati. Misalnya filamen-
filamen pada webcam mempunyai keragaman tingkat sensitivitas dalam
menerima foton cahaya sehingga menghasilkan reaksi yang berbeda-
beda. Hasil yang berbeda-beda inilah yang diterjemahkan dan diolah
sebagai pembeda definisi atau pembeda pelabelan. Contoh, misalkan
saja sebuah webcam mempunyai 10 sensor filamen yang berbeda-beda.
Ketika lagi melihat kursi maka informasi yang dihasilkan oleh
filamen adalah 1000000000, sedangakan ketika lagi melihat meja maka
informasi yang dihasilkan adalah 0000010000. Nah seperti itulah
contohnya. Filamen-filamen ini bertugas atau berfungsi sebagai BATAS
SISTEM TUBUH dari sistem komputer PC melalui alat webcamnya. Nah
apakah BATAS SISTEM TUBUH KITA SENDIRI? Tebakan terdekat saya adalah
KODE-KODE DNA kita yang bertugas mirip seperti filamen-filamen pada
webcam sebagai peragam sensitivitas sensor kita sekaligus batas dari
sistem tubuh kita. Kenapa saya katakan sebagai tebakan, karena kita
tidak dapat melihat sama sekali sistem tubuh kita (tubuh riil kita
tanpa program dualitas yang menerjemahkan untuk kita), sama seperti
sang PC tidak dapat melihat dirinya sendiri seperti apa yang kita
lihat pada dirinya, sang PC tidak dapat melihat bentuk monitornya
sesungguhnya seperti apa misalnya, tidak dapat mengetahui bentuk
webcamnya seperti apa. Melihat kursi sesungguhnya seperti apapun dia
juga tidak sanggup.

Setelah anda menyadari bahwa ternyata anda yang menciptakan sendiri
material di dunia dualitas ini (dunia dalam diri anda), anda juga
akan segera menyadari, bahwa andapun menciptakan orang-orang lain.
Bila anda bertemu dengan saya, maka anda menciptakan diri tubuh
fisik saya. Bila anda melihat sebuah kursi, bantal, guling, makanan,
apapun itu, andalah yang menciptakannya sendiri disebabkan oleh
software sistem tubuh anda sendiri yang berupa dualitas. Harafiahnya
adalah, NASI YANG ANDA MAKAN DAN ANDA MASUKKAN KE DALAM TUBUH ANDA
BERUBAH BENTUK DAN MEMPUNYAI ANDIL SEBAGIAN BERUBAH MENJADI KURSI
MISALNYA. Inilah yang benar-benar riil terjadi. Materi/energi apapun
yang anda masukkan ke dalam sistem tubuh anda (atau tubuh fisik anda
dalam pengertian yang lebih sempit), akan berubah bentuk menjadi
dunia tiga dimensi plus waktu. Anda adalah mesin transformator.
Mesin pengubah bentuk. Sama seperti sang PC telah mengubah gerakan
muatan listrik dari arus AC menjadi arus DC yang mengikuti parit
logika IC TTL (transistor-transistor logic), anda mengubah gerakan
foton cahaya menjadi gerakan getaran atau frekuensi yang sangat
cepat dengan panjang gelombang yang sangat pendek yang telah
mengikuti parit logika jaringan neuron otak anda (ini yang disebut
sebagai perdefinisi materi dimana para atom hanya bisa melakukan
gerakan bergetar, bandingkan dengan udara, atom-atom bisa bergerak
lumayan atau sangat bebas). Jadi secara harafiah anda merubah sifat
gerakan foton cahaya yang relatif bebas menjadi sebagian materi
(misalnya kursi) yang sifat gerakannya sangat terbatas.
(keterangan : sebagian yang lain dalam menciptakan kursi selain
foton cahaya adalah andil dari udara yang diserap oleh nafas,
makanan yang ditelan, indera perasa, dsb). Anda yang menciptakan
kursi. Anda yang menciptakan saya. Anda yang menciptakan tulisan ini
juga.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s